Pertanyaan
‘apa itu makan?’ dan ‘apa itu makanan?’ mungkin memiliki jawaban yang
berbeda-beda dari setiap individu atau kelompok. Makanan dan kegiatan makan
pada dasarnya adalah untuk memenuhi kebutuhan fisik manusia agar dapat terus
melangsungkan kehidupannya. Terlepas dari itu, sebenarnya ada faktor lain yang
menyebabkan adanya perilaku makan ini.
Apa yang menyebabkan munculnya makanan, bagaimana cara manusia makan, kapan
manusia makan dan dengan apa manusia makan, semuanya terkait dengan kebudayaan dimana
masyarakat atau kelompok itu berada.
Makanan
ada karena ketersediaan sumber pangan dan ketersediaan sumber pangan ada karena unsur ekologi yang mendukung. Contoh
yang paling dekat dengan kita adalah nasi. Mengapa orang Eropa banyak makan
roti dan sebagian besar orang Indonesia lebih banyak makan nasi? Bukan karena
orang Indonesia memiliki tingkat ekonomi rendah sehingga tidak bisa menjadikan
roti sebagai bahan pokok untuk makan. Hal tersebut disebabkan oleh faktor
geografis. Padi (Oryza sativa)
merupakan tanaman yang cocok ditanam di daerah beriklim tropis. Sedangkan iklim
di Eropa tidak mendukung untuk mengembangbiakkan tanaman ini. Maka dari itu,
ketersediaan padi di Indonesia melimpah. Kemudian ini dikonsumsi oleh
masyarakat di Indonesia secara turun temurun hingga terbentuk mindset ‘bukan makan namanya kalau tidak
makan nasi’. Karena faktor geografis inilah yang membuat padi di Indonesia
menjadi berlimpah, sehingga makan nasi menjadi sebuah budaya di Indonesia.
Kembali
ke penjelasan awal, makanan memiliki fungsi untuk memenuhi kebutuhan biologis
manusia dalam menyambung kehidupannya. Tetapi apakah hanya itu saja fungsi dari
makanan? Makanan juga memiliki fungsi sosial yang luas. Pertama, makanan
berfungsi sebagai perekat hubungan antarindividu atau antarkelompok sosial, tetapi
makanan juga bisa membagi individu dalam kelompok-kelompok atau kelas-kelas
sosial. Di dunia ini, manusia pasti terbagi-bagi ke dalam kelompok berdasarkan
ekonomi hingga politik. Misalnya pada tradisi bajamba oleh masyarakat Minangkabau. Di masyarakat tersebut, tentu
ada stratifikasi sosial. Tetapi hal tersebut tidak akan tampak ketika sudah
berada di tempat bajamba.
Makan
bajamba atau makan barapak adalah tradisi makan yang dilakukan oleh
masyarakat minangkabau dengan cara duduk bersama-sama dalam satu ruangan atau
tempat tertentu yang telah disepakati bersama-sama. Pada umumnya tradisi makan
bajamba dilangsungkan pada hari-hari
besar agama Islam, acara adat, atau pertemuan penting lainnya. Tradisi makan bajamba memiliki makna yang sangat dalam
terutama dalam hubungan sosial kemasyarakatan. Tradisi ini menandakan rasa
kebersamaan tanpa melihat perbedaan status sosial. Ketika makan bajamba diselenggarakan, masyarakat dari
berbagai lapisan saling bertemu dan saling bersilaturahmi. Dengan begitu, makan
bajamba dapat berfungsi untuk menjaga
hubungan masyarakat tanpa melihat stratifikasi.
Makanan
dan kegiatan makan memang bisa menjadi sarana pemersatu kelompok, tetapi
makanan bisa membagi masyarakat ke dalam kelompok-kelompok sosial. Salah satu
kalimat dari lirik lagu Gombloh yang berjudul Anak Singkong : ‘aku suka
singkong, kau suka keju’, menunjukkan bahwa makanan bisa membagi
masyarakat dalam strata sosial. Singkong merupakan makanan yang murah, mudah
ditemukan dimana pun karena mudah pengembakbiakannya serta mudah diolah
siapapun. Sedangkan keju adalah makanan yang mahal dan dalam pengolahannya
tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang (harus ada orang yang ahli). Maka
dari itu, singkong diidentikkan dengan kelas sosial menengah ke bawah dan keju
diidentikkan dengan kelas sosial menengah ke atas.
Kedua,
fungsi lain dari makanan dan kegiatan makan adalah sebagai ‘arena’ untuk
negosiasi politik. Pemegang-pemegang kekuasaan di Negara biasanya melakukan
negosiasi politik kepada rivalnya di sebuah meja dalam jamuan makan. Seperti
yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo atau Jokowi. Jokowi
memanfaatkan kegiatan makan sebagai alat untuk bernegosiasi dengan warga
Petukangan yang memprotes pembangunan Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road West 2
(JORR W2) sehingga suasanya yang sebelumnya tegang menjadi cair.
Dari
penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa makanan tidak hanya untuk kebutuhan
metabolisme tubuh, tetapi juga terdapat fungsi-fungsi sosial di baliknya.
P.S : ini sebenarnya tugas mata kuliah Makanan dan Kebudayaan. Tapi iseng aja saya posting di sini. Hehehe